Simulasi kursi DPR/DPRD hasil Pemilu 2019 [Update 21-Mei-2019]

Catatan:

[UPDATE] Data rekapitulasi tiap provinsi diambil dari website KPU provinsi untuk Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu, Lampung, Babel, Kepri, DKI, Jateng, DIY, Jatim, Banten, Bali, Kalsel, Sulut, Gorontalo, Malut. Provinsi lain diambil dari Situng KPU per tanggal 21 Mei 2019.

Analisis sementara

  1. PDIP bisa mencalonkan Presiden tanpa koalisi di Pilpres berikutnya. Untuk Gubernur, PDIP bisa tanpa koalisi di DKI, Jateng dan Jatim, PKB di Jatim, dan Gerindra di Jabar.
  2. PPP secara umum kehilangan kursi besar. Apakah karena kasus hukum Ketum nya? Atau sama seperti Hanura, tenggelam di hiruk-pikuk Pilpres?
  3. NasDem di DPR melonjak tinggi. Apakah imbas dari pindahnya siimpatisan dari Hanura dan PPP?
  4. Whoever said PKS will be gone is … not wise Smile PKS bahkan menambah kursi di DPR, dan di DPRD Jakarta dan Jabar
  5. Partai baru (PSI, Perindo) berhasil masuk di bbrp DPRD. PSI bahkan punya kursi lebih besar daripada Golkar dan PKB di DKI. Mari kita monitor sepak terjang mereka sebelum masuk 2024.
  6. Konstelasi politik Jabar benar-benar langit dan bumi dibandingkan Jateng dan Jatim. Jabar dikuasai oleh Gerindra dan PKS, sedangkan Jateng dan Jatim dikuasai oleh PDIP dan PKB. Walaupun demikian, PDIP dan Golkar masih cukup kuat di Jabar.
  7. Terjadi perubahan Top 3/4 di DPRD Jabar, Jatim dan Sumut. DPRD Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim dan Sumut juga berubah jumlah partainya. Sepertinya DPRD akan lebih dinamis dibandingkan DPR.

DPR

image

Kombinasi data rekapitulasi dan data Situng KPU (per 20:30:04)

  • Berkurang dari 10 partai menjadi 9 partai, karena Hanura gagal mencapai PT.
  • Top 3 tidak berubah: PDIP (128), Golkar (87), Gerindra (79)
  • Top gain: PDIP (+19) dan NasDem (+19).
  • Top loss: PPP (-21). PPP menjadi partai terkecil di DPR.
  • PDIP bisa mencalonkan Presiden di Pilpres berikutnya tanpa koalisi (sesuai UU Pemilu tahun 2017)

DPRD DKI Jakarta

image

DPRD DKI Jakarta hasi rekapitulasi:

  • Tetap 10 partai dengan perubahan komposisi: PSI (+8) masuk, Hanura (-10) keluar
  • Top 3 tidak berubah: PDIP (25), Gerindra (19), PKS (16)
  • Top gain: PSI (+8)
  • Top loss: Hanura (-10), keluar dari DPRD
  • PDIP bisa mencalonkan Gubernur di Pilgub berikutnya tanpa koalisi (sesuai UU Pilkada tahun 2016)

DPRD Jawa Barat

image

DPRD Jawa Barat, data Situng per 20:45:03:

  • Bertambah dari 10 partai menjadi 11 partai: Perindo (+1) dan PSI (+1) masuk, Hanura keluar (-3)
  • Top 3 berubah, Gerindra nomor 1 menggeser PDIP, PKS nomor 3 menggeser Golkar: Gerindra (24), PDIP (22), PKS (20)
  • Top gain: Gerindra (+13). Gerindra menjadi partai terbesar.
  • Top loss: PPP (-7)
  • Gerindra bisa mencalonkan Gubernur di Pilgub berikutnya tanpa koalisi (sesuai UU Pilkada tahun 2016)

DPRD Jawa Tengah

image

DPRD Jawa Tengah hasil rekapitulasi:

  • Bertambah dari 8 partai menjadi 9 partai: NasDem (+3) masuk.
  • Top 3 tidak berubah: PDIP (42), PKB (20), Gerindra (13)
  • Top gain: PDIP (+11)
  • Top loss: Demokrat (-4)
  • PDIP bisa mencalonkan Gubernur di Pilgub berikutnya tanpa koalisi (sesuai UU Pilkada tahun 2016)

DPRD Jawa Timur

image

DPRD Jawa Timur hasil rekapitulasi:

  • Bertambah dari 10 partai menjadi 11 partai: PBB (+1) masuk
  • Top 3 berubah, PDIP sekarang partai paling besar menggeser PKB: PDIP (27), PKB (25), Gerindra (15)
  • Top gain: PDIP (+8). PDIP menjadi partai tebesar
  • Top loss: PKS (-2)
  • PDIP dan PKB sama-sama bisa mencalonkan Gubernur di Pilgub berikutnya tanpa koalisi (sesuai UU Pilkada tahun 2016)

DPRD Sumatera Utara

image

DPRD Sumatera Utara hasil rekapitulasi:

  • Tetap 11 partai dengan komposisi berbeda; Perindo (+1) masuk, PKPI (-3) keluar
  • Top 3 berubah, Gerindra nomor 3 menggeser Demokrat, PDIP dan Golkar bertukar posisi 1 dan 2: PDIP (17), Golkar (14), Gerindra (13)
  • Top gain: Nasdem (+6)
  • Top loss: Demokrat (-6)
  • Tidak ada partai yang bisa mencalonkan Gubernur di Pilgub berikutnya tanpa koalisi (sesuai UU Pilkada tahun 2016)

Add a Comment